MATARAM — SMKN 3 Mataram kembali membuktikan kapasitasnya di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2026. Kali ini, dua siswa unggulannya, Khoiri Abdillah dan Indra Suherman, berhasil menyabet medali perak untuk bidang Autonomous Mobile Robotics pada Jumat (31/7).
Pencapaian ini menjadi catatan tersendiri bagi sekolah yang tahun lalu sukses meraih medali emas di kompetisi serupa. Meski tak mampu mempertahankan gelar juara, torehan perak ini tetap mengukuhkan nama NTB sebagai salah satu kekuatan baru dalam pengembangan teknologi robotika di tingkat nasional.
Enam Siswa Dikirim ke Lima Bidang Lomba
Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, mengungkapkan bahwa kontingen sekolahnya tahun ini memberangkatkan enam siswa untuk bertanding di lima bidang lomba yang berbeda. Dari keenam perwakilan tersebut, pasangan Khoiri Abdillah dan Indra Suherman dipercaya untuk berlaga di kategori yang paling kompetitif, Autonomous Mobile Robotics.
Keduanya merupakan siswa kelas XII TEI A yang selama proses persiapan dibimbing langsung oleh Rahul Kurniawan. Materi latihan, perlengkapan teknis, hingga simulasi perlombaan telah dijalani sejak Mei 2026 untuk memastikan kesiapan maksimal di hari-H.
Persiapan Matang Sejak Mei 2026
Sulman Haris menegaskan bahwa hasil ini bukanlah kebetulan semata. Pihak sekolah telah menyusun program persiapan terstruktur jauh sebelum kompetisi dimulai. "Persiapan sebetulnya sudah dilakukan sejak Mei 2026. Dengan berbagai persiapan yang matang mulai dari materi, perlengkapan, proses praktik hingga uji coba berkali-kali," ujarnya.
Menurutnya, dukungan penuh dari manajemen sekolah menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan para siswa dalam menghadapi tekanan kompetisi. Mulai dari fasilitas laboratorium hingga pendampingan intensif dari guru pembimbing, semua difokuskan untuk menunjang performa terbaik para peserta.
LKS Bukan Sekadar Pertandingan
Di mata Sulman Haris, LKS memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar ajang adu kemampuan antarsekolah. Kompetisi tahunan yang diikuti seluruh SMK se-Indonesia ini ia nilai sebagai wahana promosi diri dalam pembelajaran yang berharga bagi setiap siswa yang terlibat.
"Siapa pun yang keluar sebagai pemenang, sejatinya mereka semua adalah pemenang, kemenangan ini adalah kemenangan kita bersama," kata Sulman Haris menegaskan.
Ia berharap rasa bangga dan semangat berkompetisi ini terus tertanam di kalangan guru dan murid. "LKS tidak semata-mata bertujuan untuk bertanding, tetapi sejatinya adalah bertemu untuk bersanding. Saya yakin, ikhtiar maksimal sudah dilakukan oleh kita semua. Semangat untuk SMK seluruh negeri," pungkasnya.