Pencarian

Cucu Maulana Syaikh Zainuddin, Anggota DPR RI Lale Syifaun Nufus Tinjau Vitrin Pahlawan Nasional di Museum NTB

Selasa, 11 Agustus 2026 • 22:03:31 WIB
Cucu Maulana Syaikh Zainuddin, Anggota DPR RI Lale Syifaun Nufus Tinjau Vitrin Pahlawan Nasional di Museum NTB
Anggota DPR RI Lale Syifaun Nufus meninjau vitrin Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Museum Negeri NTB, Mataram.

MATARAM — Di tengah hiruk-pikuk peringatan kemerdekaan, Museum Negeri NTB kedatangan tamu istimewa. Hj. Lale Syifaun Nufus, cucu dari Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tampak larut dalam nostalgia saat berdiri di depan vitrin yang mengabadikan jejak perjuangan sang kakek.

“Alhamdulillah ini baru pertama kali saya berkunjung ke museum dan saya bisa melihat berbagai macam sejarah NTB, terutama ada kakek (Pahlawan Nasional NTB),” ujarnya di sela kunjungan, Selasa (11/8/2026).

Apresiasi untuk Museum Negeri NTB

Legislator asal daerah pemilihan Pulau Lombok itu mengaku bangga. Menurutnya, kehadiran vitrin khusus untuk Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid membuktikan bahwa museum berkomitmen merawat ingatan kolektif bangsa.

“Terima kasih kepada Museum NTB yang sudah mengabadikan kakek Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Mudah-mudahan semua yang ada di museum ini informasinya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” harapnya.

Lale menilai museum bukan sekadar gudang artefak. Lebih dari itu, museum adalah ruang edukasi publik yang memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal NTB.

Museum sebagai Ruang Belajar Publik

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan pihaknya terus berbenah agar koleksi yang tersimpan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi kami terus berupaya menghadirkan informasi-informasi koleksi yang inklusif, agar ini dapat diakses oleh masyarakat luas,” jelas Nuralam.

Menurut Nuralam, momentum kunjungan di bulan kemerdekaan ini menjadi pengingat bahwa museum memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kepahlawanan dan patriotisme. Ia berharap langkah Lale bisa menjadi contoh bagi publik untuk belajar sejarah langsung dari sumbernya.

Kunjungan ini juga menjadi penanda bahwa tokoh-tokoh besar seperti Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tidak hanya dikenang dalam prasasti, tetapi hidup dalam ingatan dan doa generasi penerusnya.

Follow www.lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks