MATARAM — Hamparan sawah hijau dan kehidupan perkampungan yang masih alami di dua desa di utara Kabupaten Lombok Barat perlahan menjelma menjadi magnet baru bagi wisatawan mancanegara. Desa Mambalan dan Desa Kekeri kini menawarkan pengalaman berbeda dibanding destinasi pantai yang lebih ramai, yakni menikmati sisi Lombok yang tenang dan autentik.
Kepala Desa Mambalan, Sayid Abdollah Alkaff, mengungkapkan bahwa hampir setiap hari jalur yang melintasi perkampungan desanya menuju persawahan di Desa Kekeri ramai dilalui pengunjung. Program bersepeda yang diberi label A Walk Through Mambalan ini menjadi inovasi desa sejak 2022 dan terus menarik minat pesepeda lokal maupun asing.
Program Bersepeda yang Menembus Batas Desa
"Sepertinya, wisata pedesaan yang berbasis masyarakat kini menjadi salah satu tujuan wisatawan asing datang ke daerah kami," kata Sayid Abdollah Alkaff yang akrab disapa Apink, Jumat (31/7).
Ia menambahkan, keunikan lanskap kedua desa menjadi alasan utama dipilihnya jalur bersepeda ini. Para penggemar sepeda cross country yang datang didominasi oleh wisatawan lansia, namun tak sedikit pula wisatawan muda yang memilih paket ini bersama orang tua mereka.
Rombongan dari Tiga Negara dan Spot Foto Favorit
Kedatangan wisatawan asing terbaru membawa tiga rombongan dari negara berbeda sekaligus. "Ada para lansia dari Belanda, ada rombongan keluarga dari Spanyol dan Jerman," ujar Apink.
Sepanjang jalur bersepeda, salah satu spot yang paling menarik perhatian adalah jembatan gantung yang menghubungkan Desa Mambalan dan Desa Kekeri. Lokasi ini kerap menjadi tempat favorit para wisatawan untuk berfoto dan biasanya memicu respons heboh dari mereka.
Dampak bagi Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Sejak 2022, ratusan wisatawan asing yang datang dengan kapal pesiar kerap memilih Desa Mambalan sebagai salah satu destinasi unggulan. Program ini dinilai tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat setempat melalui aktivitas sehari-hari yang menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan semakin dikenalnya Desa Mambalan dan Desa Kekeri, diharapkan tren wisata pedesaan berbasis masyarakat ini terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi warga sekitar.