MATARAM — BAZNAS NTB resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Tahun 2026 yang berlandaskan lima pilar utama: ekonomi, vokasi, pendidikan, kesehatan, dan desa. Langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi zakat konsumtif menuju zakat produktif yang diharapkan mampu mendorong kemandirian mustahik di tengah berkurangnya alokasi dana desa dalam dua tahun terakhir.
Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan meningkatkan pendapatan masyarakat, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Ia meminta agar bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Program Mahyani benar-benar menyasar kelompok desil satu dan desil dua untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
"Yang sudah baik wajib kita lanjutkan, sementara yang belum maksimal harus terus diperbaiki agar manfaat zakat semakin dirasakan masyarakat," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari Radar Lombok.
Transformasi Zakat Produktif dan Ekosistem Desa Berdaya
Ketua BAZNAS NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad menjelaskan bahwa arah kebijakan lembaganya kini bergeser dari pola bantuan konsumtif menuju transformasi sosio-ekonomi mustahik melalui ekosistem zakat produktif. Konsep ini menjadi strategi utama menuju Desa Berdaya yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
"Kami ingin zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi menjadi modal perubahan kehidupan masyarakat di masa depan. Melalui Desa Berdaya, Mahyani, Z-KUP, pelatihan vokasi, hingga berbagai program ekonomi produktif lainnya, kami optimistis semakin banyak mustahik yang naik kelas menjadi masyarakat mandiri bahkan menjadi muzaki," kata Iqbal Murad.
Program Unggulan: Dari Gerobak Z-KUP hingga Balai Ternak Desa
Sejumlah program konkret telah disiapkan untuk tahun depan, meliputi bantuan modal usaha mikro, Gerobak Z-KUP, Z-Mart, Z-Auto, Z-Coffee, kelompok usaha bersama, pelatihan keterampilan, digital marketing, dan inkubasi bisnis. Pada sektor pendidikan, BAZNAS NTB mengalokasikan beasiswa, sekolah vokasi, dan program Santri Preneur.
Di bidang kesehatan, Rumah Sehat BAZNAS dan program pencegahan stunting menjadi prioritas. Sementara untuk penguatan desa, lembaga ini mengembangkan Lumbung Pangan dan Balai Ternak Desa sebagai upaya membangun ketahanan pangan berbasis komunitas.
Sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB
Wagub Indah menyebut BAZNAS merupakan mitra strategis Pemprov NTB dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan keadilan sosial.
"Zakat memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial dan pemberdayaan umat," tegasnya.
Rakernis ini turut dihadiri Direktur Utama BPR NTB, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan dan pengurus BAZNAS kabupaten/kota se-NTB, serta ratusan penerima manfaat program pemberdayaan. Seluruh program akan disinergikan dengan visi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wagub Indah Dhamayanti Putri dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.