Pencarian

OJK dan Pemprov NTB Luncurkan Desa Berdaya di Lombok Timur, 100 Kepala Keluarga Miskin Ekstrem Jadi Sasaran

Jumat, 31 Juli 2026 • 10:27:31 WIB
OJK dan Pemprov NTB Luncurkan Desa Berdaya di Lombok Timur, 100 Kepala Keluarga Miskin Ekstrem Jadi Sasaran
Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, meninjau lokasi program Desa Berdaya di Lombok Timur, Kamis (tanggal).

SELONG — Sebanyak 64 desa di Kabupaten Lombok Timur resmi ditetapkan sebagai Desa Berdaya melalui keputusan Gubernur NTB untuk periode 2026. Jumlah ini menjadikan Lombok Timur sebagai kabupaten dengan program pemberdayaan ekonomi terbanyak di provinsi tersebut.

Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, menyebutkan pihaknya fokus mendampingi empat desa, yakni Lendang Nangka Utara, Mangkung, Mekarsari, dan Buwun Mas. Sasaran program ini adalah kepala keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

Bantuan Ayam Petelur Disertai Jaminan Pasar

Salah satu sektor usaha yang dikembangkan adalah peternakan ayam petelur. Para penerima manfaat tidak hanya memperoleh kandang dan bibit, tetapi juga pendampingan teknis pemeliharaan hingga kepastian pemasaran melalui kerja sama dengan offtaker.

"Intinya masyarakat tidak hanya diberi bantuan, tetapi juga didampingi agar mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan," ujar Rudi dalam keterangannya, Kamis.

Bank NTB Syariah turut berpartisipasi dengan menyalurkan paket usaha kepada 20 kepala keluarga di Desa Lendang Nangka Utara. Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menegaskan komitmennya mengawal program ini lebih dari sekadar seremonial.

"Ada tanggung jawab moral untuk terus mengawal program-program pemerintah agar para penerima manfaat dapat tumbuh dan berkembang menjadi pelaku usaha yang bankable," kata Adhi.

Pelatihan Berjenjang untuk Penerima Manfaat

Pendampingan yang diberikan berjenjang, mulai dari training for trainers, pelatihan bagi penerima manfaat, penyusunan proposal usaha, pengelolaan bisnis, hingga teknik pemeliharaan ternak. Pendekatan ini dirancang agar bantuan tidak berhenti pada penyaluran modal semata.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, menegaskan keberhasilan program diukur dari kemampuan masyarakat mengelola keuangan dan mengembangkan usaha, bukan dari besarnya bantuan.

"Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mampu mengelola dan mengembangkan apa yang dimiliki sehingga desa menjadi lebih berdaya, UMKM berkembang, dan generasi muda ikut berpartisipasi dalam pembangunan," katanya.

Sinergi Lintas Sektor Kunci Pengentasan Kemiskinan

Program ini sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah. Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, berharap sinergi antara pemerintah, OJK, industri jasa keuangan, dan mitra pembangunan mampu menjadi model pemberdayaan yang efektif.

Ia menambahkan, keberadaan 64 desa berdaya di Lombok Timur menjadi modal untuk memperkuat literasi keuangan, membuka peluang usaha produktif, sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Follow www.lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks