Pencarian

Rupiah Melemah 0,21% ke Rp17.935 per Dolar AS, Sentuh Level Terendah dalam Sepekan

Minggu, 09 Agustus 2026 • 08:41:01 WIB
Rupiah Melemah 0,21% ke Rp17.935 per Dolar AS, Sentuh Level Terendah dalam Sepekan
Rupiah ditutup melemah 0,21% ke level Rp17.935 per dolar AS, terendah dalam sepekan terakhir.

NUSA TENGGARA BARAT — Berdasarkan data Wise.com hingga pukul 10.13 WIB, pasangan mata uang USD/IDR tercatat bergerak di rentang harian Rp17.909,3 hingga Rp17.946,9. Pembukaan perdagangan pagi ini berada di level Rp17.898,7, sama dengan posisi penutupan sesi sebelumnya, sebelum akhirnya terdepresiasi seiring meningkatnya tekanan beli dolar.

Depresiasi 10% dalam Setahun, Terburuk sejak Krisis 2020

Pelemahan hari ini hanyalah bagian kecil dari tren bearish jangka panjang. Dalam tiga bulan terakhir, dolar AS menguat 3,48% terhadap rupiah. Angka itu melebar menjadi 6,36% secara semesteran dan mencapai 10,12% jika dihitung year-on-year.

Sepanjang 52 minggu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terkuat di Rp16.085 dan terlemah di Rp18.197,5 per dolar AS. Artinya, depresiasi yang terjadi kini telah mendekati titik terendah dalam satu tahun terakhir.

Sentimen Global dan Permintaan Impor Jadi Pemicu Utama

Tekanan terhadap rupiah datang dari dua arah. Di eksternal, data ekonomi AS yang masih solid mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi, sehingga aliran modal asing lebih memilih instrumen dolar. Di domestik, permintaan dolar dari korporasi untuk pembayaran impor bahan baku dan utang jatuh tempo meningkat menjelang akhir pekan.

Namun, dalam sepekan terakhir rupiah sebenarnya masih tercatat menguat tipis 0,31%. Penguatan ini menunjukkan bahwa tekanan jual hari ini lebih bersifat teknikal dan permintaan musiman, bukan pembalikan arah fundamental.

Level Rp18.000 Jadi Titik Krusial bagi Pasar dan BI

Level psikologis Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Jika tembus, ruang depresiasi berikutnya terbuka menuju kisaran Rp18.200, yang merupakan level terlemah dalam 52 minggu. Sebaliknya, jika bertahan di bawah level tersebut, rupiah berpeluang konsolidasi di kisaran Rp17.850–Rp17.950.

Bank Indonesia dipandang akan terus menjaga stabilitas kurs melalui instrumen triple intervention, terutama jika tekanan spekulatif mulai muncul. Bagi pelaku usaha yang memiliki liabilitas dolar, fluktuasi ini menjadi pengingat pentingnya lindung nilai (hedging) untuk mengamankan arus kas dari risiko kurs.

Pergerakan rupiah hari ini juga akan menjadi perhatian bagi investor pasar saham, mengingat pelemahan kurs biasanya mendorong aksi jual asing di obligasi dan ekuitas domestik. Keputusan BI pada RDG bulan ini akan menjadi katalis berikutnya yang menentukan arah nilai tukar dalam beberapa pekan ke depan.

Follow www.lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks