LOMBOK TIMUR — Kabupaten Lombok Timur resmi memiliki skema perlindungan baru bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata setempat. Lewat kerja sama dengan PT Asuransi Jasaraharja Putera, setiap pengunjung kini akan mendapatkan jaminan asuransi dengan nilai pertanggungan mencapai maksimal Rp10 juta.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyebut langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pariwisata. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan wisatawan sama pentingnya dengan daya tarik destinasi itu sendiri.
Premi Hanya Rp1.000, Jaminan Mencakup Biaya Perawatan hingga Santunan
Kepala Cabang PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Mataram, Dian Syaiful Rokhman, menjelaskan mekanisme perlindungan yang ditawarkan. Dengan premi yang sangat ringan, yakni Rp1.000 per pengunjung, pengelola objek wisata mendapatkan perlindungan atas risiko tanggung jawab hukum terhadap pengunjung.
"Perlindungan tersebut mencakup biaya perawatan, santunan cacat tetap, hingga santunan meninggal dunia," ujar Dian dalam keterangannya. Skema ini dirancang untuk melindungi pengelola atau operator objek wisata apabila terjadi kecelakaan akibat kelalaian selama pengunjung berada di kawasan wisata.
Destinasi Otak Kokoq Joben Jadi Lokasi Perdana Penerapan Asuransi
Pada kesempatan yang sama, penandatanganan perjanjian kerja sama juga dilakukan antara PT Asuransi Jasaraharja Putera dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur. Destinasi yang menjadi lokasi perdana penerapan asuransi Public Liability ini adalah Otak Kokoq Joben.
Bupati Haerul Warisin mengakui potensi wisata Lombok Timur sangat besar, dengan jumlah pelaku usaha pariwisata yang terus berkembang. Kehadiran perlindungan asuransi dinilai penting untuk memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan saat berkunjung.
"Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu kabupaten yang memiliki beragam destinasi wisata yang lengkap dan pelaku wisatanya juga banyak. Karena itu, wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman berwisata yang menyenangkan, tetapi juga kenyamanan dan perlindungan melalui layanan asuransi," kata Haerul.
Infrastruktur Pendukung Pariwisata Masih Perlu Pembenahan
Di tengah optimisme tersebut, Haerul juga mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Infrastruktur pendukung sektor pariwisata di Lombok Timur dinilai masih perlu ditingkatkan agar pengembangan destinasi berjalan lebih optimal.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan pembenahan sesuai kewenangan yang dimiliki. Kerja sama asuransi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat standar pelayanan destinasi wisata sekaligus memberikan jaminan perlindungan selama wisatawan beraktivitas di kawasan wisata.