Pencarian

Kuota SPMB Sekolah Rakyat Lombok Barat Dipangkas Jadi 60 Kursi, Gedung Permanen Belum Dibangun

Jumat, 12 Juni 2026 • 13:15:31 WIB
Kuota SPMB Sekolah Rakyat Lombok Barat Dipangkas Jadi 60 Kursi, Gedung Permanen Belum Dibangun
Kuota penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat Lombok Barat dipangkas menjadi 60 kursi pada 2026.

MATARAM — Puluhan calon siswa di Lombok Barat harus bersaing lebih ketat tahun ini. Kuota Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk Sekolah Rakyat (SR) di daerah itu hanya 60 kursi, jauh berkurang dibanding tahun lalu yang mencapai 100 siswa. Pemangkasan ini tidak hanya berlaku untuk jenjang menengah pertama, tetapi juga untuk Sekolah Rakyat Dasar (SRD).

"Kami tetap mendapatkan jatah penerimaan murid baru, jumlahnya 60. Sekolah Rakyat Dasar (SRD) juga 60 orang," ujar Satria Irwandi, Kamis (11/6/2026).

Gedung Permanen Mandek, Prioritas Bergeser ke Lombok Utara

Satria menjelaskan, pengurangan kuota ini terjadi karena alokasi penerimaan siswa baru lebih banyak diprioritaskan untuk Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pasalnya, gedung Sekolah Rakyat permanen di wilayah tersebut sudah rampung dibangun. Sementara di Lombok Barat, proyek pembangunan gedung serupa masih mandek.

"Ada porsinya, jadi karena di Lombok Utara bangunan permanen, maka diprioritaskan siswa dari sana lebih banyak. Kalau digabungkan nanti banyak jumlahnya," jelasnya.

Akibatnya, 60 siswa baru dari Lombok Barat nantinya akan belajar dan tinggal di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Lombok Utara, bergabung dengan siswa dari daerah lain.

Lahan Terganjal Status Kawasan Pertanian

Rencana pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Lombok Barat sejatinya sudah digaungkan sejak tahun lalu. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat berkunjung ke SRPM Lombok Barat pada Senin (14/7/2025) menargetkan peletakan batu pertama dilakukan pada September 2025. Lokasi yang disiapkan berada di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, tepat di sebelah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat.

Namun, proyek itu urung berjalan. Lahan seluas 8,5 hektare yang disiapkan ternyata masih berstatus Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Status ini menjadi hambatan utama yang membuat pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Lombok Barat stagnan hingga kini.

Antrean Calon Siswa Capai 300 Orang

Meski kuota terbatas, Kepala SRMP 18 Lombok Barat optimistis jumlah penerimaan akan kembali normal setelah gedung permanen berdiri. Ia mengungkapkan, animo masyarakat sangat tinggi. Tahun ini saja, terdapat lebih dari 300 anak yang dinilai layak menjadi siswa Sekolah Rakyat di Lombok Barat.

"Cukup tinggi di Lombok Barat ini, bahkan sampai 300 lebih," katanya.

Saat ini, proses pendaftaran siswa baru telah ditutup. Pihak Kementerian Sosial (Kemensos) tengah melakukan verifikasi data, terutama terkait status desil calon siswa yang menjadi syarat utama penerimaan.

"Untuk pendaftaran sudah selesai, sedang diverifikasi sekarang terkait dengan desil mereka," tutup Satria.

Follow www.lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks