MATARAM — Sebanyak 44.202 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mataram mulai menerima bantuan pangan beras dari Perum Bulog untuk alokasi tiga bulan sekaligus. Setiap kepala keluarga mendapatkan jatah 10 kilogram per bulan, sehingga total yang diterima mencapai 30 kilogram per penerima.
Wakil Pimpinan Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, melaporkan langsung progres penyaluran ini kepada Wali Kota Mataram pada Selasa (11/8/2026). Total volume beras yang disalurkan untuk tiga periode tersebut mencapai sekitar 1.326 ton.
Angka penerima kali ini tercatat turun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 46.983 KPM. Rizal menjelaskan, penyesuaian ini merujuk pada pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini menjadi basis data resmi pemerintah.
“Setiap penerima mendapatkan bantuan beras 10 kilogram per alokasi. Karena disalurkan sekaligus untuk tiga bulan, masing-masing penerima menerima total 30 kilogram,” ujar Rizal dalam laporannya kepada wali kota.
Penurunan jumlah penerima dinilai sebagai konsekuensi logis dari proses pemutakhiran data. Pemerintah menilai data terbaru lebih mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang aktual di lapangan.
Di tengah penyaluran bantuan, Bulog NTB memastikan cadangan beras untuk Kota Mataram dalam kondisi aman. Pasokan yang tersimpan di Gudang Dasan Cermen dan Gudang Mandalika diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengapresiasi langkah Bulog dalam mendukung ketahanan pangan warga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa meskipun volumenya berkurang, penyaluran tetap mengacu pada data yang valid.
“Meskipun volumenya berkurang, semuanya bersumber dari data. Jika DTSEN yang dijadikan patokan, tentu ada korelasinya dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang lebih aktual,” kata Mohan.
Mohan menambahkan, penyaluran bantuan pangan ini hadir di momen yang tepat. Selain bertepatan dengan persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bantuan ini juga menjadi antisipasi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan warga.
Pemerintah kota berharap bantuan beras ini dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga penerima, terutama di tengah potensi kenaikan kebutuhan pokok saat perayaan keagamaan.