NUSA TENGGARA BARAT — Kebakaran hebat melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat malam. Laporan pertama diterima Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta melalui layanan Jakarta Siaga 112 pada pukul 21.30 WIB, dan dua unit pemadam langsung dikirim sebagai respons awal.
Faris (27), pegawai SPBU yang berada tepat di samping gedung, menjadi saksi kunci peristiwa ini. Ia mengaku mendengar dua kali suara ledakan keras dalam selang waktu berdekatan. Awalnya, ia mengira ledakan berasal dari area SPBU, tetapi setelah diperiksa, kobaran api justru terlihat membesar di lantai atas gedung.
"Panik kita kirain di depan dari SPBU, ternyata kok dari atas banyak yang berjatuhan, setelah itu bunyi meledak lagi. Pas saya liat di atas itu udah nyala gede," ujar Faris di lokasi, Sabtu (8/8/2026) dini hari.
Kesaksian serupa disampaikan Yusuf (42), warga sekitar. Ia menyebut api dengan cepat merambat ke sisi-sisi bangunan. "Eh terus lama-lama merembet dia, kayaknya angin kenceng. Jadi dia ke samping-samping juga kebakar," tuturnya.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara menyatakan, api menghanguskan bangunan dari lantai 11 hingga lantai 16. Hingga pukul 01.53 WIB, proses pendinginan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, pemeriksaan awal terhadap para saksi telah dilakukan langsung di lokasi kejadian. Sebanyak sepuluh orang telah dimintai keterangan, namun jumlah itu masih bisa bertambah seiring meluasnya penyelidikan.
"Kurang lebih saat ini baik dari interview langsung di lapangan sejumlah 10 orang. Namun hal ini kami masih mengutamakan keterangan-keterangan dan pelaksanaan untuk pemadaman di lapangan," kata Reynold.
Penyelidikan lebih mendalam baru akan dilakukan setelah situasi di lokasi dinyatakan aman dari potensi bahaya susulan. Belum ada keterangan resmi mengenai dugaan penyebab awal kebakaran, termasuk apakah ledakan yang terdengar berasal dari instalasi listrik atau faktor lain.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta langsung menerapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran arus kendaraan sekaligus memberi ruang gerak bagi puluhan unit mobil pemadam yang masih bersiaga di lokasi.
"Masyarakat diimbau menghindari ruas jalan di sekitar lokasi kejadian, memilih jalur alternatif, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," tulis akun instagram @dishubdkijakarta, Sabtu (8/8/2026).
Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam masih melakukan penyisiran di seluruh lantai yang terbakar untuk memastikan tidak ada material yang memicu kobaran api kembali. Gedung Bapenda DKI sendiri merupakan salah satu aset vital pemerintah provinsi yang mengelola pendapatan daerah, termasuk pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi bangunan.