Pencari Belut Asal Lingsar Tewas Tersengat Alat Setrum Ikan di Sungai Lembar, Korban Sempat Hilang Kontak Sejak Malam

Penulis: Jefri Siahaan  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:47:32 WIB
Pencari belut asal Lingsar ditemukan tewas di tepi sungai Dusun Penyeleng, Kecamatan Lembar, setelah sempat hilang kontak sejak Rabu malam.

MATARAM — Peristiwa nahas itu terungkap setelah rekan korban melaporkan kehilangan kontak sejak Rabu (5/8/2026) malam. Keduanya berangkat bersama untuk mencari belut dan ikan menggunakan alat setrum di wilayah Kecamatan Lembar sekitar pukul 19.00 Wita, lalu berpisah menyusuri area yang berbeda.

Rekan korban yang menyusuri sungai di Dusun Pekemit, Desa Cendimanik, mulai khawatir setelah berkali-kali menghubungi ponsel NU sekitar pukul 24.00 Wita tanpa jawaban. Pencarian pun dilakukan hingga dini hari, dan korban akhirnya ditemukan dalam keadaan terlentang dan kaku di tepi sungai Dusun Penyeleng.

Luka Bakar di Leher dan Punggung Jadi Petunjuk Utama

Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya langsung mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Sigerongan begitu menerima laporan.

"Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan di TKP untuk mengumpulkan keterangan para saksi. Petugas berkoordinasi dengan tenaga medis guna memastikan kondisi korban," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Namun, tim medis menemukan luka bakar di bagian leher dan punggung yang diduga kuat berasal dari sengatan listrik alat penangkap ikan yang dibawanya sendiri.

Keluarga Tolak Autopsi, Jenazah Langsung Dibawa ke Lingsar

Polisi telah menawarkan prosedur autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis. Namun, pihak keluarga memilih mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak proses tersebut.

"Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak autopsi serta membuat surat pernyataan penolakan," tutur Ruslan.

Jenazah NU kemudian dibawa pulang menggunakan mobil pikap menuju rumah duka di Lingsar untuk dimakamkan. Polsek Lembar tetap melengkapi seluruh administrasi penyelidikan, berita acara, dan surat pernyataan penolakan autopsi sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya penggunaan alat setrum listrik untuk menangkap ikan di sungai. Praktik tersebut selain merusak ekosistem perairan, juga menyimpan risiko fatal bagi penggunanya, terutama saat kondisi tubuh basah atau alat mengalami kerusakan.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top