Investasi di NTB Tembus Rp33,73 Triliun hingga Triwulan II 2026, Capai 51 Persen Target Tahunan

Penulis: Jefri Siahaan  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:20:31 WIB
Realisasi investasi di NTB mencapai Rp33,73 triliun hingga triwulan II 2026, setara 51 persen dari target tahunan.

MATARAM — Capaian investasi di Nusa Tenggara Barat menunjukkan tren positif pada paruh pertama tahun 2026. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB mencatat realisasi investasi telah menembus angka Rp33,73 triliun hingga triwulan II.

Jumlah tersebut sudah melampaui separuh target yang dicanangkan untuk tahun 2026. Tercatat, realisasi ini mencapai 51 persen dari total target tahunan, sebuah sinyal bahwa iklim usaha di daerah ini tetap bergairah di tengah dinamika ekonomi nasional.

Kontribusi Sektor dan Asal Modal

Meski data rinci per sektor belum dirilis secara lengkap, capaian ini mengindikasikan adanya percepatan realisasi proyek di berbagai bidang. Investor dinilai mulai merealisasikan komitmennya setelah tahap perizinan dan persiapan lahan rampung.

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya fokus pada percepatan pelayanan perizinan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kepercayaan investor agar modal yang masuk tidak hanya berhenti di tahap komitmen.

Target dan Proyeksi hingga Akhir Tahun

Dengan capaian 51 persen di tengah tahun, pemerintah provinsi optimistis target akhir tahun dapat tercapai. Biasanya, realisasi investasi mengalami akselerasi pada kuartal ketiga dan keempat seiring dengan dimulainya konstruksi proyek-proyek besar.

Pencapaian ini menjadi indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB. Investasi yang masuk diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan industri dan pariwisata.

Prospek Investasi NTB ke Depan

Pemerintah daerah terus memetakan potensi unggulan untuk menarik minat investor. Sektor pariwisata, pertambangan, dan pertanian dalam arti luas masih menjadi andalan utama dalam mendatangkan modal dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu, perbaikan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah di Pulau Lombok dan Sumbawa turut menjadi pertimbangan investor. Kemudahan akses logistik dinilai sebagai faktor kunci dalam menentukan kelanjutan ekspansi usaha di daerah.

Pihak DPMPTSP memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap proyek-proyek yang telah memiliki izin. Pengawasan ini penting untuk memastikan realisasi fisik di lapangan berjalan sesuai dengan rencana investasi yang telah disepakati.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: mataram.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top