MATARAM — Sebanyak ratusan calon mahasiswa mengikuti seleksi wawancara program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR), Rabu (29/7). Proses yang digelar di Aula Abdurrahim ini merupakan tahapan akhir untuk memverifikasi kelayakan penerima bantuan pendidikan dari pemerintah.
Berbeda dari seleksi tahun-tahun sebelumnya, UNIZAR mewajibkan orang tua atau wali hadir mendampingi peserta saat wawancara. Langkah ini diambil agar tim pewawancara bisa mencocokkan data yang disampaikan mahasiswa dengan kondisi keluarga secara langsung.
Ketua Tim Penerimaan Mahasiswa Baru UNIZAR, I Putu Septian Adi Prayuda, mengatakan keterlibatan orang tua menjadi kunci verifikasi. “Orang tua atau wali ikut mendampingi agar tim dapat mencocokkan data yang peserta sampaikan dengan kondisi keluarga,” ujarnya.
Sebelum memasuki ruang wawancara, panitia memberikan pengarahan kepada seluruh peserta di Aula Abdurrahim. Setelah itu, pemanggilan dilakukan secara bergiliran sesuai fakultas dan program studi pilihan masing-masing.
UNIZAR menunjuk ketua program studi dan dosen sebagai pewawancara. Mereka tidak hanya menggali kondisi ekonomi, tetapi juga motivasi kuliah, kesiapan akademik, hingga komitmen peserta untuk menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
“Proses ini tidak hanya melihat kemampuan akademik, tetapi juga memastikan calon penerima benar-benar memenuhi persyaratan program KIP Kuliah,” kata I Putu Septian Adi Prayuda.
Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru UNIZAR, Ari Rudiyan, menegaskan bahwa kuota penerima KIP Kuliah sepenuhnya ditetapkan oleh pemerintah pusat. Pihak kampus hanya bertugas menjalankan seleksi sesuai pedoman yang berlaku.
“Tugas kami melaksanakan proses seleksi secara ketat terhadap seluruh calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur KIP Kuliah Tahun Akademik 2026/2027,” ujar Ari.
UNIZAR sendiri memiliki tujuh fakultas dan 12 program studi yang seluruhnya terakreditasi. Selain KIP Kuliah, kampus juga menyediakan Beasiswa Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar bagi mahasiswa berprestasi dan yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.
Seluruh rangkaian seleksi didampingi oleh Forum Mahasiswa Bidik Prestasi (Formadiksi) UNIZAR. Pendampingan ini dinilai membuat proses wawancara berjalan lebih tertib dan lancar.
Melalui seleksi ketat ini, UNIZAR berharap beasiswa KIP Kuliah benar-benar tepat sasaran dan semakin banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang bisa melanjutkan pendidikan tinggi. (*)