NUSA TENGGARA BARAT — Letak Face ID di iPhone masuk akal karena pengguna selalu memegang ponsel dalam orientasi vertikal. Namun iPad sering dipakai dalam berbagai posisi — horizontal saat mengetik dengan keyboard, vertikal saat membaca, atau miring saat menggambar. Kamera TrueDepth di iPad Pro (model 2018 ke atas) sudah mendukung Face ID di orientasi apa pun, tapi Apple memilih tidak membawa teknologi ini ke model yang lebih murah.
Touch ID di tombol atas (model iPad Air dan iPad generasi ke-10) memberi fleksibilitas lebih. Jari bisa menjangkau sensor tanpa harus mengubah posisi tangan. Ini penting untuk pengguna yang sering memakai iPad di meja dengan keyboard case.
Modul Face ID membutuhkan komponen tambahan: kamera TrueDepth, proyektor dot, dan sensor inframerah. Apple mengadopsi komponen ini di iPhone X pada 2017, tapi baru membawanya ke iPad Pro pada 2018 — setahun kemudian. Untuk lini iPad standar dan iPad mini, Apple tetap memakai Touch ID untuk menjaga harga tetap kompetitif.
iPad generasi ke-10 (2022) dibanderol mulai Rp 7,9 juta, sementara iPad Air M2 (2024) mulai Rp 11,9 juta. Keduanya masih mengandalkan Touch ID. Hanya iPad Pro M4 (2024) yang mendapat Face ID — dengan harga mulai Rp 17,9 juta. Perbedaan harga ini mencerminkan biaya komponen keamanan biometrik yang disematkan.
Belum ada indikasi Apple akan membawa Face ID ke seluruh lini iPad. Berdasarkan pola rilis sejak 2018, perusahaan asal Cupertino itu mempertahankan Touch ID di model entry-level dan mid-range. Bahkan iPad mini 6 (2021) yang sudah mendesain ulang bodi tetap memakai Touch ID di tombol power.
Untuk pengguna yang menginginkan Face ID di iPad, satu-satunya opsi saat ini adalah iPad Pro M4. Namun bagi pengguna yang lebih sering memakai iPad untuk produktivitas — mengetik, menggambar, atau membaca — Touch ID sebenarnya menawarkan kemudahan yang tidak kalah. Anda tidak perlu mengangkat tablet hanya untuk membuka kunci.