NUSA TENGGARA BARAT — Penguatan IHSG pada sesi Rabu ini memutus tren pelemahan yang terjadi pada Senin (10/8) dan Selasa (11/8). Berdasarkan data RTI Business, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,10 juta kali transaksi dengan total volume saham yang berpindah tangan mencapai 34,47 miliar lembar.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 452 saham berhasil ditutup di zona hijau, sementara 175 saham melemah dan 168 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar pun ikut menguat seiring dengan rally di hampir seluruh sektor.
10 dari 11 Sektor Menguat, Infrastruktur Pimpin Kenaikan
Berdasarkan klasifikasi Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor transportasi yang ditutup melemah dengan koreksi tipis 0,16%. Adapun rincian penguatan sektor lainnya adalah sebagai berikut:
- Infrastruktur: naik 4,74%
- Energi: naik 3,35%
- Barang Baku: naik 2,34%
- Sektor lainnya: menguat di kisaran 0,5% hingga 2%
Lonjakan sektor infrastruktur menjadi sinyal bahwa investor mulai kembali melirik saham-saham dengan beta tinggi yang sempat tertekan dalam dua hari terakhir. Sementara itu, penguatan sektor energi sejalan dengan pergerakan harga komoditas global yang masih solid.
EKAD dan DART Catatkan Kenaikan Spektakuler
Di lini saham individual, PT Ekadharma International Tbk (EKAD) menjadi top gainer dengan melonjak 34,83%. Disusul oleh DART yang menguat 34,59% dan TMPO yang naik 28,57%.
Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada beberapa emiten. PT BAIK menjadi top loser setelah ambles 15%, diikuti AGAR yang terkoreksi 14,88% dan IKBI yang melemah 11,45%. Pelemahan ini lebih banyak terjadi pada saham-saham dengan kapitalisasi kecil yang volatilitasnya tinggi.
Bursa Asia Variatif, Nikkei Jadi Penopang Sentimen Regional
Sentimen eksternal pada hari ini terbilang campur aduk. Indeks Nikkei 225 berhasil ditutup menguat 0,83% ke level 67.524,06, memberikan angin segar bagi kawasan. Namun, indeks Hang Seng justru terkoreksi 0,83% ke 25.440,17, sementara Strait Times melemah 0,58% ke 5.720,75.
Indeks Shanghai menjadi satu-satunya indeks utama Asia lainnya yang menguat, naik 0,32% ke 3.946,68. Pola pergerakan ini menunjukkan bahwa investor regional masih selektif dalam mengambil posisi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dengan reli hari ini, pelaku pasar akan mencermati apakah momentum penguatan IHSG mampu berlanjut pada sesi berikutnya. Level psikologis 6.400 menjadi resistance terdekat yang patut diperhatikan, sementara support berada di kisaran 6.300.
Investasi mengandung risiko.