MATARAM — Sinta M. Iqbal mengaku tidak datang ke PMI sebagai orang baru. Ia pernah aktif di Palang Merah Remaja saat sekolah, dan dari pengalaman itu ia menyebut kepemimpinan di lembaga kemanusiaan bukan soal posisi di barisan depan.
"Ini bukan tentang jabatan. PMI ini adalah tentang pengabdian, bukan tentang siapa yang paling depan, tetapi dengan siapa kita bersedia hadir ketika sesama kita membutuhkan," kata Sinta usai terpilih.
Ia menyadari secara administratif masih tergolong baru di kepengurusan PMI. Karena itu Sinta meminta dukungan dan bimbingan para senior serta Pengurus Pusat PMI.
Pembenahan Unit Donor Darah Jadi Prioritas Pertama
Pada tahap awal kepemimpinannya, Sinta memprioritaskan pembenahan Unit Donor Darah dan manajemen stok darah. Persoalan ini dinilai mendesak karena menyangkut ketersediaan darah bagi warga NTB.
Selain itu, ia akan memetakan berbagai persoalan kemanusiaan di Pulau Lombok dan Sumbawa. Pemetaan itu jadi dasar menentukan bentuk intervensi yang paling tepat sasaran.
"Kita akan memetakan persoalan kemanusiaan di Lombok dan Sumbawa. Dari sana kita bisa melihat intervensi apa yang paling tepat," katanya.
Layanan PMI Diminta Tidak Berhenti di Pusat Kota
Sinta ingin memperluas jangkauan pelayanan PMI agar tidak hanya berada di pusat kota. Warga di pelosok NTB, menurutnya, harus bisa mengakses layanan lembaga kemanusiaan itu.
Soal relawan, Sinta menegaskan kesediaan hadir di saat sulit adalah syarat utama. "Menjadi relawan berarti bersedia memberikan waktu, tenaga, bahkan hadir di saat-saat yang tidak mudah," ujarnya.
PMI dan Pemprov NTB Diibaratkan Rel Kereta
Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB menjadi salah satu penekanan Sinta. Kerja sama yang sudah terbangun selama ini diharapkan berlanjut dan makin kuat.
"PMI dan Pemprov itu harus berjalan seperti rel kereta; harus sama-sama, satu jalan, dan arahnya sama," ujarnya.
Sudirman Said: Pengalaman Sosial Sinta Jadi Modal
Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PMI RI Sudirman Said menyambut terpilihnya Sinta. Ia menilai pengalaman Sinta di bidang sosial dan kemanusiaan menjadi modal melanjutkan kerja PMI di NTB.
"Selamat untuk mendapatkan pemimpin baru. Ibu kita ini memang banyak sekali terlibat dalam kegiatan di ranah sosial dan kemanusiaan, tinggal menyambung dengan kegiatan PMI ke depan," kata Sudirman.
Sudirman memastikan pelantikan pengurus PMI NTB periode 2026-2031 akan segera digelar. Ia berharap Ketua Umum PMI Jusuf Kalla bisa hadir dalam agenda tersebut.
"Dalam waktu dekat kita upayakan supaya Pak JK hadir di sini mengadakan pelantikan resmi," ujarnya.