Pencarian

Harga Semen di Lombok Barat Naik Jadi Rp87 Ribu per Sak, Pasokan Mataram Turun 75 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 10:33:31 WIB
Harga Semen di Lombok Barat Naik Jadi Rp87 Ribu per Sak, Pasokan Mataram Turun 75 Persen
Kepala Bidang Perdagangan Lombok Barat, Lale Widiani, menyatakan keterbatasan pasokan semen mulai terasa sejak akhir Juli hingga September 2026.

MATARAM — Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Lombok Barat, Lale Widiani, menyatakan keterbatasan pasokan mulai terasa sejak akhir Juli hingga awal Agustus dan memuncak pada September 2026. Ia sudah mengecek kondisi itu ke distributor sejumlah merek semen. Menurut Lale, distributor mengeluhkan kendala pasokan bahan bakar untuk produksi.

Lale menambahkan harga di tingkat distributor tetap, sementara kenaikan justru terjadi di tingkat pengecer. Pola itu menempatkan dua persoalan sekaligus: barang yang masuk berkurang, dan harga melonjak saat sampai ke pembeli.

Pengiriman ke Mataram Berkurang dari Empat Kapal Jadi Satu Kapal

Pemeriksaan Dinas Perdagangan di Mataram terhadap dua distributor pada 29 September menemukan penurunan pasokan yang tajam. Pengiriman yang biasanya mencapai sekitar 600 ribu sak per bulan tinggal 150 ribu sak, atau turun 75 persen. Dalam kondisi normal, pasokan diterima melalui empat kapal setiap bulan; sejak Agustus hanya satu kapal.

Harga di tingkat distributor masih berada pada kisaran Rp61 ribu–Rp67 ribu per sak. Sementara di toko, petugas menemukan harga Rp75 ribu per sak. Petugas tidak menemukan stok yang mengendap di gudang distributor yang diperiksa.

Harga di Lombok Timur Tembus Rp100 Ribu, tapi Tidak Merata

Di Lombok Timur, pedagang sebelumnya melaporkan harga merek tertentu mencapai Rp100 ribu per sak. Harga itu tidak berlaku merata. Pemantauan lain mencatat Tiga Roda sekitar Rp95 ribu, sedangkan Bosowa sekitar Rp70 ribu per sak.

Gambaran pasokan juga belum seragam. Ketika distributor mengeluhkan berkurangnya kiriman, pemantauan di Pelabuhan Lembar menunjukkan aktivitas bongkar muat masih berjalan normal.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag NTB, Lalu Afgan Muharor, mengatakan beberapa merek masih tersedia, sementara merek lain kosong di sejumlah lokasi. Pemerintah kemudian menelusuri penyaluran semen dari pelabuhan menuju wilayah konsumen.

"Distributor akan kami minta berkoordinasi dan melaporkan secara berkala bagaimana kondisi di lapangan. Kami ingin tahu sebenarnya di mana putusnya mata rantai distribusi ini," katanya, Selasa (29/9/2026).

Pemerintah Provinsi Sebut Belum Ada Spekulan

Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, menyatakan pihaknya telah bersurat kepada produsen dan berkoordinasi dengan distributor. Hambatan pasokan dari pabrik menjadi persoalan yang ditemukan dalam penelusuran pemerintah.

"Sampai saat ini belum ada spekulan. Semata-mata karena kurang pasokan dari pabrik," ujar Wiranata, Senin (28/9/2026).

Disperindag juga menyebut kendala pasokan batu bara untuk produksi sebagai salah satu faktor yang sebelumnya memengaruhi pengiriman. NTB masih bergantung pada pasokan semen dari Jawa dan Sulawesi.

Selisih Harga Distributor dan Pengecer Capai Rp25 Ribu per Sak

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat, Moh. Adnan, menyebut hasil pemantauan menemukan harga Bosowa di distributor sekitar Rp59 ribu–Rp60 ribu per sak, sedangkan di sejumlah toko atau pengecer mencapai Rp80 ribu–Rp85 ribu. Pemda berencana meminta distributor meratakan penyaluran dan mengingatkan toko agar tidak menimbun barang.

Selisih harga itu menjadi alasan memeriksa rantai penjualan lebih jauh. Namun, selisih harga distributor dan pengecer belum dapat langsung dianggap keuntungan bersih karena masih mencakup biaya angkut, bongkar muat, dan operasional penjualan.

Bendahara Gapensi Lombok Barat, Toni Kuswandi, mengkhawatirkan kelangkaan dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara berlebihan.

"Intinya kami meminta ke Dinas Perdagangan untuk membuat surat edaran, jangan sampai dengan keadaan semen langka ini dimanfaatkan oknum pengecer menaikkan harga," katanya.

Sejauh keterangan pemerintah yang tersedia, belum ada pihak yang dinyatakan terbukti menahan stok untuk mempermainkan harga. Penelusuran masih diarahkan pada pasokan pabrik, pemerataan distribusi, serta kenaikan harga di tingkat penjualan akhir.

Follow www.lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kicknews.today

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks