Pencarian

Pemdes Merembu Tolak Kembalikan Bapang ke Bulog, 136 Warga Miskin di Lombok Barat Tetap Dapat Beras

Jumat, 02 Oktober 2026 • 08:01:31 WIB
Pemdes Merembu Tolak Kembalikan Bapang ke Bulog, 136 Warga Miskin di Lombok Barat Tetap Dapat Beras
Kepala Desa Merembu, H. Muhazzab, menyatakan siap menanggung risiko atas keputusan pembagian bantuan pangan kepada warga miskin yang tidak terdaftar dalam data desil 1-4.

LOMBOK BARAT — Kepala Desa Merembu, H. Muhazzab, menyatakan siap menanggung risiko atas keputusannya membagikan bantuan pangan (Bapang) kepada warga miskin yang tidak terdaftar dalam data desil 1-4. Jumlah penerima pengganti dan tambahan di desanya mencapai sekitar 136 orang.

Langkah itu diambil setelah pihak desa menemukan banyak warga yang secara faktual berhak menerima bantuan, tetapi tidak memenuhi syarat administratif karena tidak masuk data desil 1-4. Sebaliknya, sejumlah penerima resmi justru dinilai mampu secara ekonomi.

Warga Mampu Dapat Bantuan, Jompo Sebatang Kara Masuk Desil 8

Muhazzab menyebut secara faktual penerima bantuan di desanya tidak tepat sasaran. Ada warga yang memiliki tanah, mobil, hingga rumah berlantai dua, tetapi tetap tercatat sebagai penerima.

"Karena ini ada warga yang punya sawah 1-2 hektare, kenapa kok bisa jadi Desil 2 dan 3?" tanyanya.

Di sisi lain, ia menemukan jompo sebatang kara yang miskin dan memiliki empat anak yatim, tetapi justru masuk dalam kategori desil 8. Data itu dinilainya tidak mencerminkan kondisi riil warga di lapangan.

Komunikasi dengan Bulog dan Pernyataan Tanggung Jawab Kades

Pihak desa mengaku telah berkomunikasi dengan Bulog sebelum memutuskan tetap membagikan beras tersebut. Muhazzab menyampaikan bahwa beras itu akan disalurkan kepada warganya yang berhak sebagai pengganti penerima yang tidak ditemukan.

"Saya akan bertanggung jawab apapun risikonya, ketika ada pergantian-pergantian yang Kita berikan sebagai kebijakan kepada masyarakat yang tidak mampu," tegasnya.

Ia menegaskan tidak akan menarik kembali bantuan yang sudah disalurkan. Menurutnya, warga yang menerima meski tidak masuk desil tetap lebih berhak secara logika dan rasa kemanusiaan dibandingkan warga mampu yang terdaftar.

Desa Terpojok, Minta Pemerintah Evaluasi Data Desil

Persoalan desil menempatkan pihak desa pada posisi sulit. Warga menganggap pendataan desil dilakukan oleh desa, terutama setelah pemerintah pusat menyatakan data itu berasal dari desa.

Muhazzab meminta pemerintah mengevaluasi data desil yang dijadikan patokan penyaluran bantuan. Menurutnya, selama data itu dipakai terus-menerus, masalah serupa akan berulang setiap periode penyaluran.

"Karena kalau ini dilakukan terus menerus (jadi patokan) tidak akan pernah berakhir masalahnya," tegasnya.

Hingga keputusan itu diambil, Pemdes Merembu belum menerima arahan lanjutan dari pemerintah kabupaten maupun Bulog terkait status bantuan yang sudah dibagikan ke 136 warga tersebut.

Follow www.lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks