Pencarian

Dito Darmawan Jadi Pocong di Conjurig, Syuting Siang Pakai Riasan Tebal

Senin, 28 September 2026 • 18:03:02 WIB
Dito Darmawan Jadi Pocong di Conjurig, Syuting Siang Pakai Riasan Tebal
Dito Darmawan memerankan Piit, cosplayer pocong, dalam film Conjurig yang tayang 1 Oktober 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Dito Darmawan memerankan Piit, cosplayer pocong di Alun-Alun Bandung, dalam film drama komedi Conjurig yang tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Aktor itu mengaku riasan tebal dan syuting di siang hari jadi tantangan tersendiri, terlebih karakter Piit punya emosi yang kompleks. Film garapan sutradara Tubagus Deddy ini diangkat dari fenomena nyata komunitas cosplayer hantu di Bandung.

Dito Darmawan bukan sekadar tampil seram di layar. Selama proses produksi, ia harus bertahan dengan kain kafan dan riasan tebal ala hantu di bawah terik matahari Bandung. Kostum dan makeup yang menempel berjam-jam membuat setiap adegan menuntut stamina ekstra.

Conjurig diproduksi Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine. Ceritanya berpusat pada Piit, pemuda terpuruk yang menyambung hidup sebagai cosplayer pocong di kawasan Alun-Alun Bandung.

Tantangan Riasan Tebal di Siang Hari

Dito mengaku awalnya mengira memerankan pocong hanya soal penampilan. Kenyataannya, proses syuting menuntut adaptasi fisik yang tidak ringan.

"Ternyata jadi pocong itu enggak semudah kelihatannya. Riasannya tebal, apalagi syutingnya juga tidak hanya di malam hari, jadi makin menantang," ujar Dito dalam keterangan resminya.

Kendala terbesar muncul saat ia harus menyampaikan emosi Piit yang berlapis. Wajah dan tubuhnya tertutup kostum, sementara karakter yang diperankan menyimpan luka batin yang tidak mudah ditampilkan.

"Padahal Piit ini karakter yang emosinya kompleks, ada sedih, ada usaha buat nutupin luka, jadi saya harus cari cara sendiri buat tetap nyampein itu di tengah keterbatasan kostum dan riasan," tuturnya.

Diangkat dari Komunitas Comjurig Bandung

Film ini terinspirasi fenomena nyata Comjurig, kelompok cosplayer hantu yang biasa menghibur wisatawan di kawasan Asia Afrika dan Braga. Sutradara Tubagus Deddy menyebut fenomena itu punya lapisan makna yang jarang dibahas.

"Cosplayer-cosplayer ini jujur soal apa yang mereka lakukan, mencari uang dengan cara yang mereka pilih sendiri. Justru banyak orang di luar sana yang enggak pakai topeng secara fisik, tapi malah menyembunyikan kejujuran mereka. Itu yang ingin Conjurig angkat," kata Tubagus Deddy.

Selain Dito, Conjurig menghadirkan Maizura sebagai Tamy, cosplayer gothic misterius yang melarikan diri dari bayang-bayang nama besar keluarganya. Pertemuan Piit dan Tamy di jalanan Bandung menjadi inti kisah penyembuhan luka hati yang dibalut kehangatan dan humor.

Talenta Muda Bandung Berdampingan dengan Aktor Senior

Conjurig juga mempertemukan aktor muda dengan sejumlah nama senior seperti Mathias Muchus, Joe P Project, Bucek Deep, dan Ferry Maryadi. Muhammad Ariza Darmawan dari Global Borneo Entertainment menyebut kolaborasi ini sebagai cara membawa wajah lokal Bandung ke layar lebar nasional.

"Selain ceritanya yang dekat dengan keseharian, kami juga ingin Conjurig jadi ruang buat talenta muda Bandung tampil berdampingan dengan aktor-aktor senior seperti Mathias Muchus, Joe P Project, Bucek Deep, dan Ferry Maryadi. Ini cara kami membawa wajah lokal Bandung ke layar lebar nasional," kata Muhammad Ariza Darmawan.

Conjurig mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026. Cuplikan perilisan film ini sudah bisa dipantau lewat akun Instagram resmi produksinya.

Bagi industri film nasional, Conjurig menambah daftar drama komedi yang mengangkat cerita komunitas jalanan kota sebagai bahan utama, bukan sekadar latar belaka.

Follow www.lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hot.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks