NUSA TENGGARA BARAT — Gindaco Yokocho menghadirkan pengalaman gang kuliner Jepang atau yokocho di Jakarta dengan konsep open kitchen dan live cooking yang bisa disaksikan langsung pengunjung. Area makan berkapasitas 25 hingga 35 orang ini menggabungkan layanan takeaway dan dine-in, dengan menu yakitori mulai Rp 15 ribu serta teppan Rp 60 ribu sampai Rp 90 ribu. Kehadirannya memperluas pilihan kuliner Jepang di ibu kota tanpa harus terbang ke Tokyo.
Marketing General Manager F&B ID, Sarah Merci, menjelaskan bahwa konsep yokocho diterjemahkan ke ruang kuliner modern yang tetap mempertahankan interaksi antara pengunjung dan proses memasak. Suasana yang dihadirkan sengaja dibuat berbeda dari restoran Jepang pada umumnya.
"Dari tokonya, ambience terasa berbeda. Lebih hangat, lebih alive. Dari sisi kitchen, bisa dilihat konsep kita itu open kitchen," kata Sarah saat jumpa pers di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Gindaco Yokocho mengusung konsep open kitchen yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses memasak. Aroma smokiness dari teppan menjadi bagian dari pengalaman bersantap yang ditawarkan.
Takoyaki tetap menjadi sajian utama, sementara menu jajanan kaki lima Jepang lain melengkapi pilihan. Area makan berkapasitas 25 hingga 35 orang membuat suasananya terasa lebih dekat dan akrab.
"Untuk teppanyaki pastinya karena dia dimasak langsung di teppan itu aromanya pasti yang kita harapkan ada smokiness-nya. Karena memang benar-benar fresh, benar-benar langsung dimasak di teppan dan langsung disajikan," jelas Sarah.
Area kuliner ini menerapkan konsep hybrid yang menggabungkan layanan takeaway dan dine-in. Pengunjung yang buru-buru bisa memilih quick snack untuk dibawa pulang.
"Memang secara konsep ini hybrid antara takeaway dan dine-in. Kalau customer buru-buru dan mau quick snack bisa takeaway, tapi kalau mau merasakan experience-nya bisa duduk di dalam," ungkap Sarah.
Konsep Yokocho Jakarta ini terinspirasi dari Gindaco Highball di Jepang, meski beberapa elemennya disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia.
Menjaga cita rasa asli Jepang menjadi perhatian utama Gindaco Yokocho sebagai bagian dari global brand. Penyesuaian tetap dilakukan agar menu lebih sesuai dengan selera konsumen Indonesia.
"Dari sisi resep dan rasa kita harus menjaga originalitas. Tapi dari pengembangan menu, kita ingin bisa adjust the flavor untuk rasa orang Indonesia tanpa menghilangkan originalitasnya," jelas Sarah.
Adaptasi terutama menyentuh seasoning dan flavor, sedangkan metode memasak tetap dipertahankan. Komposisi rasa gurih, asin, dan elemen lainnya disesuaikan dengan preferensi lokal melalui persetujuan pihak principal.
Bagi traveler yang ingin merasakan atmosfer yokocho tanpa terbang ke Jepang, Gindaco Yokocho menawarkan durasi kunjungan ideal sekitar 45 hingga 60 menit untuk menikmati beberapa menu sekaligus. Informasi terkini mengenai jam operasional dan lokasi dapat dikonfirmasi langsung ke Gindaco Yokocho atau melalui kanal resmi mereka.