Presiden Prabowo Resmikan Kodam XXX/Rinambora di HUT ke-81 TNI, Gubernur Iqbal Sebut Perkuat Kebersamaan TNI dan Rakyat NTB

Penulis: Jefri Siahaan  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:31:01 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Trisula Yonif 742/Satya Wira Yudha, Kota Mataram.

MATARAM — Sebelum resmi menjadi Kodam XXX/Rinambora, wilayah NTB berada di bawah teritorial Kodam IX/Udayana. Pemindahan status ini menjadikan NTB memiliki komando kewilayahan sendiri yang membawahi seluruh provinsi, dari Pulau Lombok hingga Sumbawa.

Nama Rinambora diambil dari dua gunung ikonik NTB, yakni Gunung Rinjani dan Gunung Tambora. Mayjen TNI Edi Saputra dipercaya sebagai Pangdam pertama Kodam XXX/Rinambora.

Respons Gubernur NTB atas Penetapan Kodam Rinambora

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menghadiri langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Trisula Yonif 742/Satya Wira Yudha, Kota Mataram, bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal.

Iqbal menyebut penetapan Kodam Rinambora sebagai bagian strategis dari penguatan struktur pertahanan. Menurutnya, hal itu turut memperkuat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat.

"Alhamdulillah, diresmikannya Kodam Rinambora akan semakin menguatkan kebersamaan TNI dan seluruh komponen. Pemerintah Daerah, Pemda, TNI, dan Polri dan rakyat itu harus selalu bersama-sama. TNI milik rakyat, TNI harus tetap bersama rakyat," kata Iqbal.

Ia menegaskan keamanan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh unsur, baik sipil maupun aparat keamanan. Kebersamaan itu disebut menjadi kunci terciptanya rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pembangunan.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Pemprov NTB optimistis stabilitas daerah terus terjaga dan pembangunan berjalan menuju NTB Makmur Mendunia.

Amanat Panglima TNI: Lima Nilai Pengabdian Prajurit

Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Panglima TNI. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", Panglima TNI menegaskan kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga seluruh prajurit.

"Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga," katanya.

Seiring penguatan kemampuan pertahanan dan modernisasi peralatan, seluruh prajurit TNI diminta terus meningkatkan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Ancaman terhadap Keutuhan Wilayah Jadi Perhatian

Panglima TNI mengingatkan lingkungan strategis terus berubah, mulai dari ketidakpastian global, dinamika ruang informasi yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat, hingga ancaman terhadap keutuhan wilayah.

"Menghadapi dinamika tersebut, TNI harus tetap kokoh pada jati dirinya dan jelas dalam arah pengabdiannya," tegasnya.

Momentum HUT ke-81 TNI disebut harus menjadi tonggak untuk memperteguh tekad menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

Panglima TNI juga menekankan lima nilai utama sebagai pedoman pengabdian prajurit, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif. Khusus aspek integratif, ia mengingatkan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa.

"Bangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, dan mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, berdaulat, adil, dan makmur," pungkasnya.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: globalfmlombok.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top