BI NTB Gandeng Unram Kembangkan Klaster Bawang Putih Sembalun di 4 Kelompok Tani Mulai 2026

Penulis: Jefri Siahaan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:02:31 WIB
BI NTB menggandeng Unram kembangkan klaster bawang putih Sembalun di empat kelompok tani mulai 2026.

SELONG — Manager Kantor Perwakilan BI NTB Rahardian Lithfan Intifazuddin menyebut empat kelompok tani yang digandeng adalah Lendang Luar, Pelangi, Gumilang, dan Maju Wangi. Pendampingan bersama Universitas Mataram (Unram) diarahkan agar petani mampu menghasilkan umbi bawang putih berukuran lebih besar untuk kebutuhan konsumsi, bukan sekadar penyediaan benih.

Mengapa Bawang Putih Sembalun Jadi Prioritas BI NTB

Rahardian menjelaskan ada dua alasan utama pengembangan klaster ini. Bawang putih merupakan komoditas unggulan daerah, sekaligus salah satu penyumbang inflasi di NTB.

"Tujuan kita mengembangkan klaster bawang putih ini pertama karena bawang putih merupakan komoditas unggulan. Kedua, berkaitan dengan inflasi karena bawang putih salah satu komoditas penyumbang inflasi," kata Rahardian, Jumat (2/10).

Bantuan Alsintan untuk Tekan Biaya Sewa Traktor

BI telah menyalurkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) atau PKKDA kepada empat kelompok tani tersebut, salah satunya berupa alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan ini menyasar biaya pengolahan lahan yang selama ini masih bergantung pada jasa sewa traktor.

"Tujuannya untuk mengurangi cost biaya. Biasanya kelompok di sini untuk menggarap tanah harus menyewa hand tractor. Biayanya bisa sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per hektare," ujarnya.

Demplot 2 Hektare Digeser ke Awal 2027

BI bersama Unram juga menyiapkan demonstration plot (demplot) bawang putih seluas total sekitar dua hektare, masing-masing kelompok mengelola sekitar setengah hektare. Jadwal semula November 2026 digeser ke awal 2027 karena musim hujan dinilai kurang optimal untuk pertumbuhan bawang putih.

"November bukan bulan yang optimal untuk menanam bawang putih karena musim penghujan. Kita undur sampai awal tahun depan, menunggu musim yang memang optimal," kata Rahardian.

Petani Rasakan Dampak Langsung Alsintan

Ketua Kelompok Tani Bawang Putih Lendang Luar, Rusfaini Efendi Sembahulun, menyambut baik pendampingan dan bantuan BI tersebut. Sebagian besar masyarakat Sembalun menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian dengan komoditas utama bawang putih, cabai, dan berbagai jenis sayuran.

Menurut Rusfaini, bantuan alsintan berdampak langsung pada percepatan pengolahan lahan yang sebelumnya banyak mengandalkan tenaga manusia.

"Yang paling terasa secara langsung, yang semula kita menggunakan cangkul, sekarang dengan traktor jauh lebih cepat. Kalau menggunakan traktor, dari pagi sampai sore bisa mengolah sekitar dua hektare," katanya.

Kelompok Tani Lendang Luar saat ini menaungi sekitar 45-50 hektare lahan dengan jumlah anggota sekitar 60-70 orang. Produktivitas bawang putih di lahan petani rata-rata mencapai 13-14 ton basah per hektare, meski hasilnya berbeda bergantung kondisi lahan.

Rusfaini berharap pendampingan BI bersama Unram dapat mendorong kembali kejayaan bawang putih Sembalun sekaligus memperkuat posisi petani lokal.

"Kalau semua menanam bawang putih seperti dulu, insyaallah swasembada itu di depan mata," ujarnya.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top