NUSA TENGGARA BARAT — Membayar dengan QRIS dan menggunakan e-wallet kini jadi bagian keseharian anak-anak Indonesia. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan wondrZ, tabungan untuk nasabah di bawah 17 tahun yang menggabungkan kebiasaan menabung dengan transaksi digital di bawah pengawasan orang tua.
Rekening wondrZ terhubung langsung dengan akun wondr by BNI milik orang tua, sehingga pendampingan finansial berjalan beriringan dengan kebebasan anak mengelola uangnya. Produk ini merupakan pengembangan dari BNI Taplus Anak dengan tambahan kapabilitas transaksi digital.
Pada kelompok usia ini, orang tua dapat mempersiapkan tabungan pertama anak dari uang yang disisihkan, misalnya THR atau hadiah ulang tahun. Kartu debit wondrZ bisa diberikan ketika orang tua menilai anak sudah siap dan dapat dipercaya bertransaksi sendiri.
Seluruh transaksi anak tetap terpantau melalui wondr milik orang tua. Pendekatan ini membuat anak mengenal konsep menyimpan dan menggunakan uang tanpa langsung mendapat akses penuh.
Anak berusia minimal 12 tahun dapat meregistrasi wondr by BNI di ponselnya sendiri. Fitur yang tersedia mencakup QRIS, transfer, e-wallet, Lifestyle untuk pembelian tiket Futsal Series, aktivasi biometric login, hingga melihat mutasi rekening dan detail kartu debit.
Ada juga fitur Insight yang berfungsi sebagai asisten keuangan, membantu anak memahami ke mana uangnya digunakan. Proses belajar finansial pun tidak berhenti pada konsep "punya tabungan", tetapi berkembang menjadi pengalaman mengelola uang sehari-hari.
Orang tua membuka Tabungan wondrZ untuk anak melalui wondr, dan rekening anak otomatis terhubung dengan rekening orang tua. Setiap transaksi anak memunculkan notifikasi real-time melalui email.
Orang tua juga bisa memblokir maupun membuka kembali blokir akun wondr anak. Kontrol ini membuka ruang diskusi langsung soal ke mana uang digunakan, berapa yang sebaiknya disimpan, dan bagaimana menentukan prioritas pengeluaran.
Pembukaan rekening wondrZ tidak memerlukan dokumen berlapis. Orang tua hanya perlu menyiapkan salah satu dari Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga (KK), baik fisik maupun digital, untuk diunggah langsung melalui wondr. Setelah itu, data diri anak dilengkapi dengan benar.
Setoran awal untuk membuka tabungan ini hanya Rp10. Setelah anak mencapai usia 12 tahun, perjalanan belajar finansialnya berlanjut melalui wondr dengan ruang transaksi yang lebih luas.
Memberi akses transaksi digital kepada anak tetap butuh kesepakatan keluarga. Sepakati batas nominal harian, jenis pembelian yang boleh dilakukan, dan waktu diskusi rutin soal uang.
Jika anak mulai sering bertransaksi tanpa laporan atau sulit diajak membicarakan pengeluarannya, saatnya meninjau ulang kesepakatan dan memanfaatkan fitur blokir sementara. Literasi finansial paling efektif ketika anak merasa dilibatkan, bukan sekadar diawasi.
Mengenalkan uang pada anak tidak harus menunggu mereka punya penghasilan sendiri. Lewat tabungan yang terhubung dengan transaksi digital, ibu bisa membangun kebiasaan finansial sehat secara bertahap sesuai usia anak.