ASLC Perkuat Ekosistem Mobil Bekas, JBA Buka Cabang Manado Kuartal II-2026

Penulis: Jefri Siahaan  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:34:31 WIB
Presiden Direktur ASLC Jany Candra menyampaikan strategi penguatan ekosistem mobil bekas dalam keterangan resminya.

NUSA TENGGARA BARAT — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (IDX: ASLC) memperkuat integrasi ekosistem mobil bekas seiring pertumbuhan penjualan mobil baru yang berpotensi menambah pasokan kendaraan bekas di masa mendatang. Perseroan membuka cabang JBA Indonesia di Manado pada kuartal II-2026 untuk memperluas jangkauan di Indonesia Timur. Pada semester I-2026, ASLC membukukan pendapatan Rp 590 miliar, naik 31,9% secara tahunan.

Presiden Direktur ASLC Jany Candra menilai pertumbuhan jumlah mobil baru yang kuat menunjukkan potensi peningkatan pasokan mobil bekas. Konsumen yang membeli kendaraan baru umumnya akan menjual mobil lamanya, sementara kendaraan baru yang beredar saat ini juga berpotensi masuk ke pasar mobil bekas setelah digunakan beberapa tahun.

"Oleh karena itu, ASLC akan semakin fokus memperkuat integrasi ekosistem bisnis mobil bekas yang dimiliki," ujar Jany dalam keterangan resminya.

JBA Indonesia Perluas Jangkauan ke Manado

Ekosistem bisnis mobil bekas ASLC dibangun melalui sejumlah lini usaha, mulai dari lelang kendaraan melalui JBA Indonesia, penjualan ritel melalui Caroline.id, hingga layanan pegadaian kendaraan melalui MotoGadai.

Pada bisnis lelang, JBA Indonesia membuka cabang baru di Manado pada kuartal II-2026. Ekspansi tersebut memperluas jangkauan layanan perseroan di Indonesia Timur sekaligus mengantisipasi potensi pertumbuhan pasar mobil bekas yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan penjualan mobil baru.

Caroline.id Jadi Kontributor Terbesar dengan Penjualan Rp 493 Miliar

Di segmen ritel, ASLC memperkuat Caroline.id melalui pemasaran digital dan kolaborasi dengan brand ambassador. Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi merek, meningkatkan ketepatan kampanye digital, serta menyederhanakan pengalaman konsumen dalam bertransaksi kendaraan.

Pendekatan berbasis data juga digunakan untuk mengoptimalkan belanja pemasaran. Tujuannya, memaksimalkan nilai dari setiap kendaraan yang dipasarkan.

Penguatan ekosistem tersebut tercermin dalam kinerja keuangan perseroan. Pada semester I-2026, ASLC membukukan pendapatan Rp 590 miliar, meningkat 31,9% secara tahunan, dengan laba Rp 8,9 miliar.

Caroline.id menjadi kontributor terbesar dengan penjualan Rp 493 miliar. Angka itu tumbuh 57,4% dibandingkan Rp 313 miliar pada semester I-2025.

MotoGadai dan ASLI Disiapkan Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Ke depan, ASLC akan melanjutkan pengembangan ekosistem dengan mengoptimalkan strategi omnichannel. Perseroan juga menyiapkan MotoGadai untuk memperkuat layanan gadai serta ASLI (PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia) untuk mengembangkan segmen lelang non-kendaraan.

"ASLC akan terus memperkuat ekosistem bisnis mobil bekas, mengoptimalkan strategi omnichannel, serta mengembangkan bisnis MotoGadai di layanan gadai dan ASLI di segmen lelang non-kendaraan sebagai sumber pertumbuhan baru," kata Jany.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: topbusiness.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top