Google Umumkan Gemini 4 Argon, Diklaim Model AI Paling Kuat

Penulis: Jefri Siahaan  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:33:01 WIB
Google mengumumkan Gemini 4 Argon sebagai model AI terbaru dengan klaim performa tertinggi.

NUSA TENGGARA BARAT — Google resmi mengumumkan Gemini 4 Argon, model AI terbaru yang diklaim memiliki performa tertinggi untuk menangani beban kerja kompleks. Model ini diklaim setara dengan Astra milik OpenAI dan Opus milik Anthropic pada benchmark pemrograman serta keamanan siber, namun belum ada kepastian jadwal peluncuran publiknya.

Google mengumumkan Gemini 4 Argon sebagai model kecerdasan buatan terbaru mereka. Model ini dirancang khusus untuk menangani pekerjaan kompleks dalam jangka waktu panjang, dengan ukuran yang lebih besar dibanding jajaran model canggih "Pro" versi sebelumnya.

Perusahaan menyatakan Argon berhasil mengungguli Astra dan Opus pada beberapa uji performa. Meski demikian, model ini masih tertinggal dalam sejumlah metrik lain, termasuk dua dari empat indikator pengujian pemrograman yang mereka rilis sendiri.

Klaim Performa dan Posisi di Benchmark Global

Juru bicara Google menyebut Argon sebagai model dengan performa tertinggi yang pernah mereka buat. Klaim ini merujuk pada kemampuan model dalam menangani beban kerja kompleks yang selama ini menjadi tolok ukur persaingan model AI global.

"Ini adalah model dengan performa tertinggi yang pernah kami buat untuk menangani beban kerja kompleks. Kami menilai kemampuannya setara dengan model-model terdepan seperti Astra milik OpenAI dan Opus milik Anthropic pada benchmark pemrograman serta keamanan siber utama," kata juru bicara Google, melansir Reuters, Rabu (30/9).

Pada benchmark pemrograman dan keamanan siber, Argon disebut berada di level yang sama dengan dua model terdepan dari kompetitor. Namun hasil pengujian internal Google sendiri menunjukkan Argon belum sepenuhnya unggul di semua metrik yang diuji.

Persiapan Peluncuran dan Keterlibatan Pemerintah AS

Google tengah menyiapkan Argon untuk mitra keamanan siber pilihan sebelum dirilis ke publik. Perusahaan juga berpartisipasi dalam proses sukarela yang diinisiasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait akses model AI sebelum peluncuran resmi.

Belum ada tenggat waktu pasti kapan Argon akan tersedia untuk publik. Google hanya menyatakan model ini masih dalam tahap persiapan bersama mitra terpilih.

Gemini 3.5 Pro Batal, DeepMind Dirombak

Juru bicara Google memastikan perusahaan tidak berencana merilis Gemini 3.5 Pro. Model tersebut sebelumnya sempat disampaikan oleh CEO Sundar Pichai, namun kini tidak masuk dalam rencana peluncuran.

Selama masa penundaan peluncuran model AI yang berlangsung berbulan-bulan, Google merombak laboratorium AI miliknya, DeepMind. Pendiri sekaligus CEO-nya, Demis Hassabis, mengundurkan diri dari jabatannya. Beberapa petinggi proyek model Gemini juga memutuskan hengkang dari perusahaan.

Penundaan ini membuat Google tertinggal dari Anthropic dan OpenAI, yang terus merilis pembaruan pada model-model unggulan mereka. Pada Juli lalu, Pichai sempat menepis anggapan bahwa Google mulai kehilangan pijakan dalam persaingan AI.

Pergeseran Narasi: dari Kemampuan ke Efisiensi Biaya

Dalam beberapa bulan terakhir, narasi Google bergeser dari yang tadinya mengagung-agungkan kemampuan mutakhir Gemini menjadi lebih menyoroti keunggulan efisiensi biaya ketimbang model-model milik kompetitor.

Pergeseran ini terjadi di tengah tekanan kompetitif dari OpenAI dan Anthropic yang terus mendobrak batasan riset AI. Google kini memposisikan model-modelnya sebagai alternatif yang lebih hemat biaya untuk kebutuhan enterprise, bukan sekadar yang paling canggih.

Bagi pengguna Indonesia, ketersediaan Gemini 4 Argon akan bergantung pada jadwal rollout global Google. Model-model AI terbaru biasanya tersedia lebih dulu di pasar Amerika Serikat dan Eropa sebelum masuk ke kawasan Asia Tenggara.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top