Sekda Bima Sidak Dua OPD, Peringatkan ASN Manipulasi Absensi Pakai Fake GPS

Penulis: Jefri Siahaan  •  Rabu, 30 September 2026 | 10:31:01 WIB
Sekda Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi memimpin apel pagi dalam inspeksi mendadak di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Selasa (29/9/2026).

BIMA — Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi memimpin apel pagi di dua organisasi perangkat daerah dalam inspeksi mendadak, Selasa (29/9/2026). Dua OPD yang diperiksa adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Pertanian dan Perkebunan. Sidak tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menggenjot kinerja ASN memasuki triwulan terakhir tahun 2026.

Dalam arahannya, Adel menegaskan kedisiplinan adalah kewajiban ASN yang harus berjalan seimbang dengan hak yang diterima. Ia meminta pegawai tidak menuntut hak sebelum menunaikan kewajiban.

"ASN tidak bisa menuntut haknya kalau kewajibannya tidak dipenuhi. Kewajiban utama kita adalah mendedikasikan diri untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi etika kerja yang profesional sesuai tupoksi masing-masing," tegasnya.

Fake GPS Jadi Sorotan dalam Sidak

Sekretaris BKD dan Diklat Kabupaten Bima Laily Ramadhani menyoroti potensi manipulasi presensi memakai fake GPS. Ia mengingatkan pegawai agar tidak memanfaatkan teknologi untuk memalsukan lokasi saat absensi.

Menurut Laily, pihaknya telah memperketat pengawasan lewat sistem teknologi untuk memastikan kehadiran pegawai sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.

"Agar para pegawai lebih bijak dalam menggunakan sistem absensi. Saat ini dari pihak BKD sudah menerapkan fitur tolak absen secara otomatis untuk mencegah segala bentuk manipulasi kehadiran," tegasnya.

Dengan fitur tersebut, upaya memanipulasi lokasi kehadiran diharapkan dapat ditekan. Absensi ASN pun diarahkan benar-benar mencerminkan keberadaan pegawai di tempat kerja sesuai ketentuan jam kerja.

Tertib Administrasi hingga Nilai ASN BerAKHLAK

Selain persoalan kehadiran, Sekda mengingatkan ASN agar tertib dalam administrasi pemerintahan. Setiap dokumen dinas diminta dikerjakan secara cermat dan sesuai tata naskah dinas yang berlaku.

Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bima Raani Wahyuni menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, paradigma birokrasi saat ini telah berubah.

"Paradigma birokrasi masa kini telah mengalami pergeseran fundamental: dari yang tadinya 'dilayani' kini bertransformasi menjadi pihak yang 'melayani'. Di sinilah esensi utama dari ASN BerAKHLAK," tegasnya.

Sidak tersebut turut diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima Agus Salim, Sekretaris BKD dan Diklat Laily Ramadhani, Kabag Organisasi Raani Wahyuni, serta Kabag Administrasi Pembangunan Bohri Rahman.

Pemerintah Kabupaten Bima menegaskan pengawasan kedisiplinan ASN akan terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan sistem absensi berbasis teknologi.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: kicknews.today This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top