Wali Kota Ichinoseki, Jepang, Yoshihito Sato dijadwalkan berkunjung ke Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 5-7 Oktober 2026 untuk memperkuat kerja sama di bidang ketenagakerjaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Rombongan berjumlah sekitar 17 orang yang terdiri atas pejabat pemerintahan dan pengusaha Jepang itu akan membahas peluang kerja sama antardaerah bersama Wali Kota Bima. Persiapan kunjungan telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama LPK Nichini Kaigo School Kota Bima di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kota Bima.
KOTA BIMA — Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bima Hj. Fitriani mengatakan kunjungan tersebut menjadi peluang memperkuat kerja sama, terutama dalam membuka akses dan kesempatan kerja bagi tenaga kerja asal Kota Bima ke Jepang. LPK Nichini Kaigo School berperan mempersiapkan tenaga kerja melalui pembekalan bahasa Jepang, pemahaman budaya, serta keterampilan kerja yang dibutuhkan sebelum mengikuti program di Jepang.
Selama berada di Kota Bima, rombongan dijadwalkan bertemu Wali Kota Bima untuk membahas berbagai peluang kerja sama antardaerah. Rombongan juga akan mengunjungi LPK Nichini Kaigo School dan Museum Mbojo sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Pada hari berikutnya, rombongan dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi, antara lain panti werda dan SMKN 2 Kota Bima. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke dua rumah siswa dan Masjid Agung Kota Bima sebelum rombongan menyelesaikan agenda di daerah tersebut.
Fitriani menyatakan Pemerintah Kota Bima akan menyiapkan pendampingan selama seluruh rangkaian kunjungan, mulai dari kedatangan hingga rombongan meninggalkan Kota Bima.
"Yang kita harapkan, seluruh rangkaian kunjungan dapat berjalan baik dan lancar, sekaligus menghasilkan peluang kerja sama yang konkret untuk masyarakat Kota Bima," katanya.
Menurut Fitriani, kerja sama pengiriman tenaga kerja ke Jepang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bima. Manfaat itu mencakup peningkatan kompetensi, pengalaman kerja, pengurangan tingkat pengangguran terbuka, hingga dampak ekonomi bagi keluarga dan daerah.
"Kerja sama pengiriman tenaga kerja ke Jepang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bima, baik melalui peningkatan kompetensi, pengalaman kerja, pengurangan tingkat pengangguran terbuka maupun dampak ekonomi bagi keluarga dan daerah," ujarnya.
Kunjungan Wali Kota Ichinoseki diharapkan menjadi bagian dari upaya Kota Bima memperluas jejaring kerja sama dengan mitra di Jepang. Fokusnya mencakup pembukaan akses pendidikan, pelatihan, program magang, dan kesempatan kerja bagi generasi muda.
Kunjungan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan potensi Kota Bima, tetapi juga membuka ruang komunikasi langsung mengenai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Setelah menyelesaikan agenda di Kota Bima, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Bali sebelum bertolak kembali ke Jepang.