NUSA TENGGARA BARAT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan sebaran asap karhutla dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan baru mencapai perairan selatan Kalimantan hingga Bangka Belitung. Hingga kini belum ada laporan pilot (PIREP) soal paparan asap di ketinggian jelajah pesawat sepanjang Laut Jawa, dan tidak ada data kuantitatif perubahan indeks kualitas udara di Pulau Jawa.
Klaim yang menyebut asap karhutla Kalimantan sedang bergerak menuju Pulau Jawa ramai dibagikan warganet di media sosial, lengkap dengan video berisi kabut yang tampak bergerak dari arah Pulau Borneo. BMKG menelusuri klaim itu dan memberikan penjelasan berbasis pengamatan satelit serta data atmosfer.
Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengatakan citra satelit cuaca Himawari dan Sentinel-5P menunjukkan sebaran asap berasal dari daratan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sebaran itu meluas hingga perairan selatan Pulau Kalimantan dan memanjang ke arah perairan Bangka Belitung.
Dari pantauan tersebut, belum ada provinsi di Pulau Jawa yang teramati terpapar langsung asap kiriman dari Kalimantan. BMKG juga tidak mencatat data kuantitatif soal besarnya perubahan indeks kualitas udara di area Jawa.
Pengamatan udara atas memakai sensor radiosonde atau balon cuaca menunjukkan lapisan batas atmosfer (Planetary Boundary Layer) mampu menampung pencampuran aerosol dan asap hingga ketinggian 2-3 kilometer secara vertikal, pada tekanan udara di bawah 850 mb. Lapisan ini adalah bagian udara bawah yang berinteraksi langsung dengan permukaan Bumi.
Kondisi itu membuat partikel asap dan aerosol terperangkap serta terlarut cukup tinggi di atmosfer bawah. Meski demikian, belum ada Pilot Report (PIREP) yang melaporkan paparan asap pada ketinggian jelajah pesawat terbang 30.000-40.000 kaki atau 9-12 kilometer di sepanjang wilayah Laut Jawa.
"Berdasarkan pengamatan satelit cuaca (Himawari dan Sentinel-5P), sebaran asap yang bersumber dari daratan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan meluas hingga perairan selatan Pulau Kalimantan (memanjang ke arah perairan Bangka Belitung)," terang Ida.
"Artinya, partikel asap dan aerosol terperangkap serta terlarut cukup tinggi di atmosfer bawah. Namun hingga saat ini, belum ada Pilot Report (PIREP) yang melaporkan paparan asap pada ketinggian jelajah pesawat terbang (30.000-40.000 feet / 9-12 km) di sepanjang wilayah Laut Jawa," imbuhnya.
"Tidak terdapat data kuantitatif mengenai besarnya perubahan Indeks Kualitas Udara (AQI/PM2.5) khusus akibat paparan asap karhutla Kalimantan di wilayah Jawa," tegas Ida.
Video kabut yang beredar tidak otomatis membuktikan asap karhutla Kalimantan sudah sampai Jawa. Awan yang terlihat di Laut Jawa bisa berasal dari sistem cuaca lain, dan tanpa data AQI/PM2.5 spesifik di wilayah Jawa, klaim soal kabut kiriman asap belum bisa diverifikasi.
BMKG menyebut pemantauan masih berjalan, terutama lewat citra satelit dan radiosonde. Warga yang ingin memastikan kondisi udara di kotanya disarankan merujuk ke data resmi stasiun pemantau kualitas udara setempat, bukan pada video viral tanpa keterangan lokasi dan waktu pengambilan.