NUSA TENGGARA BARAT — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Sabtu (26/9/2026) pukul 12.48 WIT dengan durasi 31 detik dan amplitudo maksimum 20 milimeter. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status gunung di Level II (Waspada) dan melarang aktivitas dalam radius 2 kilometer serta perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah utara. Erupsi terbaru tercatat sebagai bagian dari 36 letusan yang terjadi sepanjang sepekan terakhir.
Sepanjang periode pengamatan 26 September 2026 pukul 00.00–23.59 WIT, seismograf MAGMA Indonesia merekam 79 kali gempa letusan dengan amplitudo 15–28 milimeter dan durasi 34–82 detik. Selain itu, tercatat 2 gempa hembusan beramplitudo 8–10 milimeter serta 9 gempa harmonik dengan amplitudo 3–10 milimeter dan durasi 39–176 detik.
Visual letusan pada erupsi siang itu tidak teramati dari permukaan. Meski begitu, getaran erupsi tetap terekam jelas di seismograf, menandakan aktivitas vulkanik di bawah permukaan belum mereda.
Data MAGMA Indonesia mencatat 4.798 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.859 letusan, disusul Gunung Ibu dengan 1.590 letusan.
Artinya, hampir sepertiga dari seluruh erupsi gunung api nasional tahun ini berasal dari dua gunung tersebut. Bagi wisatawan yang berencana ke Maluku Utara, kondisi ini jadi pertimbangan wajib sebelum menyusun itinerary.
PVMBG menghimbau masyarakat sekitar Gunung Ibu dan pengunjung agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Larangan diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.
Radius ini bersifat dinamis dan bisa berubah mengikuti perkembangan aktivitas gunung. Wisatawan yang hendak mendaki atau mendekati area gunung disarankan memeriksa laporan harian MAGMA Indonesia sebelum berangkat.
Gunung Ibu berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Akses termudah adalah terbang ke Bandara Sultan Babullah di Ternate, lalu menyeberang dengan kapal feri ke Jailolo atau Pelabuhan Tobelo, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke pos pemantauan Gunung Ibu.
Durasi perjalanan darat dari Jailolo ke area kaki gunung berkisar beberapa jam tergantung kondisi jalan dan cuaca. Sewa kendaraan bersama pemandu lokal sangat disarankan karena transportasi umum ke area ini terbatas. Informasi rute terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.
Selalu cek laporan aktivitas harian di aplikasi MAGMA Indonesia atau situs resmi PVMBG sebelum berangkat. Siapkan masker N95 untuk mengantisipasi abu vulkanik, meski pada erupsi terbaru visual letusan tidak teramati.
Patuhi seluruh arahan petugas pos pemantauan dan jangan memaksakan masuk zona larangan demi foto. Waktu terbaik berkunjung ke Maluku Utara umumnya pada musim kemarau, tetapi kondisi vulkanik tetap jadi faktor penentu utama.
Untuk kunjungan ke Gunung Ibu, alokasikan waktu minimal 2–3 hari di Halmahera Barat agar tidak terburu-buru dan punya ruang menyesuaikan diri jika kondisi gunung berubah. Prioritaskan keselamatan di atas target dokumentasi.