NUSA TENGGARA BARAT — GIGABYTE resmi meluncurkan empat lini laptop terbarunya di Indonesia, dari AORUS MASTER 16 Gen 2 yang mengusung Ryzen 9 9955HX3D dan RTX 5080 hingga EAGLE yang dibanderol Rp23,38 juta. Peluncuran di Jakarta ini juga menandai debut GiMATE, asisten AI on-device buatan GIGABYTE, di pasar lokal. Rentang harganya lebar: dari Rp23 jutaan sampai Rp72,89 juta untuk varian tertinggi.
Empat lini yang diperkenalkan terdiri dari AORUS MASTER 16 Gen 2, AERO X16, GAMING A16, dan EAGLE. Masing-masing menyasar segmen berbeda, mulai dari gamer hardcore yang butuh komputasi kelas atas sampai pengguna yang baru ingin masuk ke dunia gaming laptop. Ajang media launch-nya digelar di Café On3 Senayan, Jakarta.
Yang menarik dari peluncuran kali ini bukan cuma spesifikasinya, tapi kehadiran GiMATE. Asisten AI on-device ini terintegrasi ke seluruh ekosistem laptop terbaru GIGABYTE dan jadi pembeda dari generasi sebelumnya.
Varian tertinggi di jajaran ini memakai kombinasi AMD Ryzen 9 9955HX3D dengan NVIDIA GeForce RTX 5080 Laptop GPU 16GB. Konfigurasi tersebut menempatkannya bukan sebagai laptop untuk bermain game sesekali, melainkan perangkat untuk gamer hardcore dan pengguna yang butuh komputasi kelas tinggi.
Untuk meredam panas dari komponen sekelas itu, GIGABYTE membekali sistem pendinginan WINDFORCE INFINITY EX. Sistem ini menggabungkan vapor chamber dengan asymmetric Frost Fan 2.0 dan diklaim mampu mengelola system power hingga 230W.
Layarnya panel OLED 16:10 beresolusi 2.5K dengan refresh rate 240Hz. Cakupan warna 100% DCI-P3 membuatnya tetap relevan untuk pekerjaan visual, bukan cuma gaming. Ada pula Dolby Atmos dan empat Dual-force Speakers dengan Smart Amplifier.
Dari sisi tampilan, finishing 5-Degree Black, RGB logo, dan keyboard RGB memperkuat identitas gaming-nya. Harga varian 6YJ dengan Ryzen 9 9955HX3D dan RTX 5080 mencapai Rp72,89 juta, sementara varian 8XJ dengan Ryzen 9 8940HX dan RTX 5070 Ti dibanderol Rp52,73 juta.
AERO X16 menyasar pengguna yang tidak mau laptop gaming-nya terasa seperti desktop portabel. Ketebalannya 16,75 mm dengan bobot sekitar 1,9 kg, dipadukan prosesor AMD Ryzen AI 7 350 dan pilihan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 atau RTX 5060.
Konsepnya lebih dekat ke perangkat serbaguna: gaming bisa, editing dan pekerjaan kreatif juga bisa. Desain Moonlight White membuat tampilannya tidak terlalu identik dengan laptop gaming konvensional.
GIGABYTE mengklaim daya tahan baterainya mencapai 14 jam. Perlu dicatat, angka itu berlaku untuk penggunaan ringan. Aktivitas gaming akan menghasilkan konsumsi daya yang jauh berbeda, jadi klaim tersebut belum bisa dijadikan patokan sebelum diuji sendiri.
Harga AERO X16 dimulai dari Rp34,34 juta untuk varian RTX 5060, sedangkan versi RTX 5070 dibanderol Rp36,81 juta.
GAMING A16 berada di tengah jajaran sebagai laptop serbaguna yang masih membawa DNA gaming. Konfigurasinya mencapai Ryzen 7 260 dan RTX 5060, dengan layar 16 inci 165Hz.
Ketebalannya sekitar 19,45 mm di bagian tertipis dan hinge-nya bisa dibuka hingga 180 derajat. Baterainya diklaim bertahan hingga 12 jam, dibantu AI Power Gear III yang mengatur konsumsi daya berdasarkan kebutuhan.
Harga GAMING A16 berada di kisaran Rp26,91 juta hingga Rp28,41 juta, tergantung konfigurasi GPU yang dipilih.
Bagi pengguna yang baru ingin membeli laptop gaming, spesifikasi ekstrem belum tentu jadi prioritas. EAGLE menawarkan prosesor hingga AMD Ryzen 5 7533HS dan GPU GeForce RTX 4050 6GB.
Layarnya 16 inci dengan aspek rasio 16:10, refresh rate 165Hz, dan cakupan warna 100% sRGB. Desainnya dibuat lebih sederhana dengan ketebalan di bawah 20 mm serta hinge yang dapat dibuka hingga 180 derajat.
Perangkat ini diarahkan untuk kebutuhan mobilitas seperti kuliah, pekerjaan, hiburan, sekaligus gaming. Harga resminya Rp23,38 juta untuk konfigurasi Ryzen 5 7533HS, RTX 4050, RAM 16GB, dan penyimpanan 512GB.
Susunan lini GIGABYTE 2026 cukup mudah dipahami. Pengguna yang mengejar performa ekstrem bisa melihat AORUS MASTER 16 Gen 2, sementara yang butuh mobilitas punya AERO X16. GAMING A16 cocok untuk yang ingin satu perangkat serbaguna, dan EAGLE jadi pintu masuk termurah ke ekosistem gaming laptop GIGABYTE.
Yang belum terjawab: seberapa besar kontribusi GiMATE dalam penggunaan harian, dan apakah sistem pendingin WINDFORCE INFINITY EX benar-benar mampu menahan throttling saat sesi gaming panjang. Keduanya baru bisa dinilai lewat pengujian menyeluruh, bukan dari acara peluncuran.