MATARAM — Tim SAR gabungan masih melakukan proses penyelamatan dan evakuasi terhadap penumpang serta awak kapal pasca kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. Di tengah situasi darurat, kepanikan justru menjadi musuh terbesar yang dapat memperbesar risiko dan menghambat proses evakuasi.
Berbeda dengan perjalanan darat, insiden di atas kapal menyisakan ruang keputusan yang sangat sempit. Penumpang tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir, sehingga penguasaan prosedur keselamatan dasar menjadi pembeda antara selamat dan celaka.
Langkah pertama yang wajib dilakukan penumpang setelah naik ke kapal adalah memastikan lokasi jaket pelampung atau life jacket. Jangan menunggu keadaan darurat untuk mencarinya.
Penumpang juga harus memahami cara memasangnya dengan benar. Jaket pelampung wajib terikat kuat pada tubuh agar tidak terlepas saat berada di air. Bagi yang membawa anak-anak, pastikan ukuran jaket pelampung anak tersedia dan sesuai sejak awal perjalanan.
Setiap kapal penumpang dilengkapi jalur evakuasi serta titik berkumpul atau muster station. Luangkan waktu untuk memperhatikan papan petunjuk keselamatan yang tersedia di dalam kapal.
Mengetahui arah menuju dek terbuka, pintu keluar, dan titik kumpul dapat menghemat waktu yang sangat berharga ketika kondisi berubah menjadi darurat.
Saat asap atau api muncul, naluri pertama penumpang biasanya ingin segera meninggalkan lokasi. Namun, bergerak tanpa arahan petugas justru berpotensi menimbulkan kepadatan dan memperlambat proses evakuasi secara keseluruhan.
Awak kapal memiliki informasi paling akurat mengenai kondisi kapal serta titik evakuasi yang dinilai paling aman. Ikuti instruksi mereka, bukan keputusan sendiri.
Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas mutlak. Penumpang sebaiknya tidak kembali ke kendaraan, kabin, atau ruang lain hanya untuk mengambil koper, barang elektronik, atau barang berharga.
Beberapa menit yang terbuang untuk mengambil barang dapat menjadi penentu ketika api, asap, atau kondisi laut terus berubah dengan cepat.
Asap dari kebakaran kapal menjadi ancaman serius yang dapat menyebabkan korban jiwa. Jika memungkinkan, tutup hidung dan mulut menggunakan kain sambil bergerak menjauhi sumber asap.
Hindari memasuki ruangan tertutup yang telah dipenuhi asap dan patuhi petunjuk awak kapal menuju area yang lebih aman.
Melompat langsung ke laut bukanlah pilihan pertama saat kapal terbakar. Kondisi gelombang, arus, jarak menuju kapal penyelamat, serta posisi kapal harus diperhitungkan secara matang.
Penumpang tidak dianjurkan melompat ke laut kecuali mendapat instruksi tegas dari petugas atau kondisi benar-benar memaksa. Jika proses meninggalkan kapal harus dilakukan, pastikan jaket pelampung sudah terpasang dengan benar.
Anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan penumpang yang sedang sakit membutuhkan bantuan lebih cepat dalam situasi evakuasi. Penumpang lain dapat membantu sepanjang tidak menghambat instruksi petugas.
Keluarga sebaiknya tidak berpencar dan menentukan sejak awal siapa yang bertanggung jawab mendampingi anak atau anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.
Insiden KMP Putri Yasmin membuktikan bahwa keadaan darurat dapat terjadi kapan saja di tengah pelayaran. Beberapa menit yang digunakan untuk mengenali jaket pelampung, jalur keluar, dan titik evakuasi sejak awal menjadi bekal penting yang menentukan keselamatan.
Keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab awak kapal dan petugas pelabuhan. Penumpang memiliki peran aktif dengan mematuhi ketentuan keselamatan, tidak memasuki area terlarang, dan memperhatikan seluruh informasi dari awak kapal. Keselamatan tidak dimulai ketika sirene berbunyi, melainkan sejak penumpang pertama kali menginjakkan kaki di atas kapal.