Butuh Rp 200 Miliar, Pemkab Sumbawa Perpanjang Runway Bandara 400 Meter demi Pesawat Boeing dan Airbus

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:31:31 WIB
Pemkab Sumbawa menyiapkan anggaran Rp 200 miliar untuk pembebasan lahan perpanjangan runway Bandara SMK sepanjang 400 meter.

SUMBAWA BESAR — Rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin (SMK) memasuki babak baru setelah Pemkab Sumbawa memetakan kebutuhan anggaran awal. Dana sebesar Rp 200 miliar lebih disiapkan khusus untuk pembebasan lahan, yang menurut data pemkab akan berdampak pada sekitar 200 unit rumah dan bangunan warga.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menyebut angka tersebut belum termasuk biaya konstruksi. Jika dihitung secara keseluruhan, kebutuhan anggaran proyek ini bisa menembus triliunan rupiah.

Anggaran Baru untuk Lahan, Belum Termasuk Pembangunan

Dari total Rp 200 miliar yang digelontorkan, porsi terbesar digunakan untuk kompensasi warga yang tanah dan bangunannya masuk area perluasan. Panjang runway saat ini tercatat 1.800 meter dan akan ditambah sekitar 400 meter menjadi 2.200 meter.

“Anggaran Rp200 miliar itu belum termasuk pembangunan, kalau kita hitung secara keseluruhan kebutuhan anggarannya bisa mencapai triliunan,” terang Bupati Syarafuddin di Sumbawa Besar, Selasa (11/8).

Dua Maskapai Beri Lampu Hijau, Subsidi Kursi Disiapkan

Di tengah keterbatasan fiskal jangka pendek, pemkab menjajaki kerja sama dengan maskapai penerbangan. Hasil komunikasi terakhir dengan Sriwijaya Air dan TransNusa disebut telah mendapatkan respons positif.

“Alhamdulillah, kita sudah diberikan lampu hijau terkait penjajakan kerja sama. Kami tinggal informasi lebih lanjut dari maskapai untuk merealisasikan rencana tersebut,” ujarnya.

Pemkab juga mengantisipasi potensi permintaan subsidi dari maskapai. Langkah taktis disiapkan dengan berkoordinasi bersama perbankan dan perusahaan swasta untuk membantu subsidi kursi penerbangan.

Pertumbuhan Penumpang Agresif, Kargo Masih Tertekan

Kepala Otoritas Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Tri Pono Basuki Wijianto, mencatat pergerakan penumpang tumbuh positif setiap tahun. Tahun 2025 menjadi periode paling agresif dengan pertumbuhan mencapai 20,80 persen, sementara pergerakan pesawat stabil di angka 12-13 persen per tahun.

Adapun pertumbuhan kargo justru merosot 25,67 persen pada 2025, namun diproyeksikan pulih 10-18 persen pada 2026. Otoritas bandara memperkirakan tingkat keterisian pesawat naik dari 47,8 persen menjadi 55,1 persen pada 2030.

Akses Transportasi Jadi Pekerjaan Rumah Utama Pariwisata

Bupati menilai selama ini sektor pariwisata Sumbawa terhambat akses transportasi. Wisatawan kerap kehilangan waktu di perjalanan sebelum tiba di lokasi tujuan, sehingga kehadiran pesawat berbadan lebar diharapkan menggeliatkan kunjungan.

“Kami masih melakukan kajian secara mendalam terkait rencana itu, sehingga dalam pelaksanaan nantinya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkas Syarafuddin.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top